Minggu, 12 September 2010

Mau Kemana Lagi Aku?


 “Mau ngelanjut ke mana nanti setelah tamat SMA?”.
Mungkin kata-kata ini sangat bersahabat buat anak-anak SMA yang berada di kelas XII. Tanpa kita sadari, hal ini juga lah yang  menuntut setiap lulusan SMA untuk mulai belajar menentukan pilihan untuk hidupnya ke depan. Banyak pendapat yang mengatakan bahwa masa-masa peralihan dari SMA ke jenjang berikutnya adalah pintu awal untuk menentukan jalan hidupnya sendiri. Kuliah atau bekerja?

Banyak siswa yang terlalu terlena dengan kondisi sekolah, dan tidak sedikit pula yang kewalahan untuk menemukan jawaban ‘Mau kemana lagi aku?’ setelah tamat dari jenjang SMA. Mengikuti ujian masuk perguruan tinggi hanya menjadi angin yang akan membawakan kaki kemana melangkah. Asal lulus saja, aku akan mengambilnya. Tak jarang pula, mantan siswa menjadi linglung, hanya karena jurusan itu bukan jurusan minatnya.

Pilihan hanya dua saat salah masuk ruang jurusan, maju melawan arus dan berjuang keras atau menyerah dengan kerat pintu dan mencoba lagi ketidakpastian yang akan ditawarkan. Bahkan trend ikut arus dijadikan alasan seseorang untuk masuk ke dalam jurusan di Perguruan Tinggi, “Si A setelah tamat dari jurusan itu, jadi orang kaya, sukses lagi.”

Kurangnya penanaman pentingnya long time planning setelah tamat SMA inilah yang menyebabkan calon orang tidak memiliki panduan hidup. Waktu yang dikatakan terlalu singkat juga sering dikambinghitamkan agar persiapannya yang minim dapat menang dalam sekejap. Saat perpindahan dari celana biru pendek ke jenjang celana abu-abu panjang, pada saat itu jugalah harusnya kita membuat long time planning setelah tamat SMA. Jadi apapun kita, tanpa persiapan sama saja seperti bulu yang diterbangkan angin, sebentar disini, sebentar disana, lalu hilang lenyap.