Berawal dari sebuah tapak kaki yang melangkah tanpa tujuan, dan berharap angin yang berhembus dapat turut serta dalam menentukan arah langkah itu. Mengenal hidup yang dielu-elukan memiliki makna yang luar biasa. Makna? Tujuan? Mana yang lebih dahulu ditemukan? Apakah memiliki tujuan hidup yang akan memberikan makna pada hidup? Ataukah hidup yang bermakna akan menemukan tujuannya?
Merasa memiliki tujuan, tapi tak mengerti tujuan apa yang dimaksud. Dianggap merasa bahagia, namun tak ada tawa, bahkan setitik senyum simpul tak tergores. Tak mampu meneriakkan gejolak jiwa, benda asing seakan menyumbat teriakan itu. Tak berani untuk maju, tak mungkin untuk mundur. Dunia yang berputar seolah-olah berhenti, tanpa menghentikan jutaan ucapan yang merendahkan yang terlontar “tanpa disengaja”. Bukankah hal itu dilakukan “tanpa sengaja”? Mengapa harus dipersoalkan? Mengapa harus dipermasalahkan? Tapi… Benarkah hal itu terjadi “tanpa disengaja”?
Kata orang “Masalah yang ada membuat hidup semakin dewasa”. Kedewasaan seperti apa yang dimaksud? Merasa bodoh, tanpa sempat merasakan kedewasaan yang dimaksud. Bertanya pada orang lain hanya berujung malu. Mencoba berdiam diri terbawa pada kebingungan tak berujung. Jadi, apa yang harus dilakukan? Lelah tak menentu, tak mampu menjawab, tak menerima jawaban.
Dunia ini kompleks dan dunia ini simpel. Bukankah hal itu tidak saling mendukung? Tapi mengapa hal tersebut seakan memiliki makna yang tersirat? Makna seperti apa yang dimaksud? Semakin tidak mampu memahami arti hidup. Apakah hidup memang terlalu sulit untuk dipahami? Atau sebenarnya hidup ini terlalu simpel untuk dipahami oleh si pelaku?
Rio Salomo Sidauruk
12 April 2009
11 P.M
12 April 2009
11 P.M

Tidak ada komentar:
Posting Komentar