Minggu, 20 Februari 2011

21 pada 21

Angka 21 selalu mengingatkanku pada diriku sendiri. Dan tepat di hari ini, berdiri tegap untuk 21 dan baru saja meninggalkan 20. Bersyukur. Ya, sangat bersyukur bahkan. Tiada terukur dan terselami berkat-Nya yang kurasakan. Kertas ini sudah tidak lagi tak berharga. Dan ini adalah karena kasih-Nya kepadaku. Hidupku bukan semata buatku lagi. Tidak berfokus semata hanya pada ‘aku’.

Memandang dan memahami itulah yang terpelajari dalam bersit hati. Ketika aku dikelilingi hangatnya sorotan mata hati. Ketika aku bertarung dengan apa yang menjadi masalahku dan akhirnya aku menang untuk itu. Great! Aku ada karena Dia yang ada di depanku. Dan aku ada karena mereka yang ada dibelakangku. Aku hebat bukan hanya karena ‘aku’, tapi karena dukungan itu! Terima kasih untuk segala sesuatunya. Terlalu meluap terima kasih untuk SEMUA ORANG HEBAT yang pernah dan sekarang ada dalam hidupku.

Bertambah satu atau malah berkurang satu? Hal yang cukup sering diperdebatkan. Ahh, apapun itu, bukan perkara bertambah atau berkurang, tetapi ini menyangkut maju atau mundur. Bukan ingin menghitung, tapi hendak mengukur. Jelas beda! Ketika aku menghitung bertambah atau berkurang, aku akan kehilangan langkah untuk maju dan aku beranjak untuk mundur! Tak peduli dengan bertambah atau berkurang, hanya ingin maju! Dan melesat!

“Tua itu keharusan, dewasa itu pilihan”
Quote yang sangat sering terkumandangkan. Makna imbuhan ter- ini adalah “tidak sengaja di-”. Pilihan untuk menentukan sekarang atau nanti atau bahkan tidak akan. Dan dengan lantang harus berkata “Sekarang”. Belajar lebih lagi dari alam, belajar lebih lagi dari mereka. Proses ini yang tidak akan pernah berhenti. Ya, semua itu perlu proses! “21 pada 21” bukan sekedar istilah, tapi menjadi acuan!

By : Rio Salomo Sidauruk
Tepat di umur 21 pada 21 Februari 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar