Tepat semalam ada sebuah kata yang terlontar dari mulut, dan hari ini semua secara ‘tepat’ juga terjadi. Seakan praktek memaksakan teori untuk ikut serta dan berperan di dalamnya. Segala sesuatu emang bisa terjadi begitu saja. Ketika ditanya ‘kenapa’, jawaban klise muncul kembali ‘I’m fine!’. Ya, muncul kembali dan begitu saja! Hanya tidak ingin segala sesuatu terungkap secara perlahan dan kemudian sederas arus.
“Hidup emang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan proses untuk menerima hasil akhir tersebut itulah tingkat kedewasaan” - Rio Salomo
Keterbukaan. Kata ini lagi-lagi menjadi kambing hitam ketika ada hal-hal yang bersinggungan dengan perasaan. Semudah itukah terbuka? Ketika keterbukaan itu harus melukai semua sisi? Terbuka antar sahabat. Emang sahabat ketika itu tertutup? Tertutup secara pribadi? Dan ini memaksa untuk meluapkan segalanya. Apa daya ketika mulut hanya ingin untuk membungkam saja. Salahkah ia? Tak akan goyangkan loncengnya, tak ingin ia mendera.
Ini semua menyangkut masalah aku dan mereka. Ya, mereka! Gak akan ada guna berteriak, biar ini semua terpendam bersama arus kuat diluar sana. Aku bahagia ketika mereka bahagia. Thanx!
Rio Salomo Sidauruk
3 Februari 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar